Pencarian
Daftar Link
bukutamu
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bermanfaatkah Website Madrasah dengan SIMDIKnya bagi anda ?
Ragu-ragu
Tidak
Ya
  Lihat
Statistik

Total Hits : 276535
Pengunjung : 76324
Hari ini : 9
Hits hari ini : 48
Member Online : 93
IP : 54.80.146.251
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

mas_malnupusat@yahoo.co.id
Agenda
19 November 2017
M
S
S
R
K
J
S
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Dir KSKK: MATSAMA Untuk Bentuk Karakter Siswa

Tanggal : 07/19/2017, 08:48:23, dibaca 55 kali.

Jakarta (Kemenag) --- Masa libur belajar sudah usai. Para siswa mulai hari ini kembali masuk ke madrasahnya masing-masing. Seluruh madrasah di Indonesia menggelar Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) bagi siswa baru Tahun Pelajaran 2017/2018. 

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah M. Nur Kholis Setiawan mengatakan MATSAMA didesain sebagi sarana membentuk karakter siswa. Karenanya, kegiatan ini strategis dalam konteks penanaman dan pembentukan karakter yang unggul bagi siswa baru madrasah. 

Sehubungan itu, M. Nur Kholis meminta Kepala Madrasah melakukan pengawasan guna memastikan seluruh kegiatan MATSAMA diorientasikan untuk mendukung nilai-nilai utama Gerakan Nasional Revolusi Mental, yaitu: nasionalisme, integritas, kemandirian, gotong royong, dan religious.

“MATSAMA mempunyai peran strategis dalam memperkuat karakter siswa madrasah. Saya berharap kegiatan MATSAMA dapat mendukung implementasi nilai-nilai dan karakter utama GNRM yaitu nasionalisme, integritas, kemandirian, gotong royong, dan religious,” Kata M. Nur Kholis Setiawan di Jakarta, Senin (17/07).

Direktur KSKK Madrasah juga meminta agar kegiatan MATSAMA diisi dengan kegiatan-kegiatan yang dapat mendukung program moderasi Islam. Menurutnya, siswa baru Madrasah harus dibekali dengan materi-materi keislaman yang moderat. 

Guru Besar UIN Sunan Kalijaga tersebut juga mengingatkan agar kegiatan MATSAMA tidak dijadikan sebagai ajang perpeloncoan dan kekerasan, baik dari guru kepada siswa baru, ataupun dari siswa senior kepada siswa yunior. (Abdullah Faqih)



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas

www.ma-malnupusatmenes.sch.id " Al Muhaafazhatu 'ala al Qadiimi as shaalih wa al akhdzu bil Jadiid al-ashlah - Melestarikan Tradisi dan Mengadopsi Modernitas... "